• Rabu, 23 Juli 2014 | 18:37:56
  • Lastupdate: 2014-07-22 16:05:53
Stabilitas

54 Tahun Refleksi Pengabdian Bank SUMSELBABEL

Oleh: Administrator» Kamis, 01 Desember 2011 | 12:02:24
Dibaca: 1272 Komentar: 4

Direksi Bank Sumselbabel

Usia mungkin hanya deretan angka-angka tanpa makna, jika si pemilik usia memang menginginkannya demikian. Namun sejatinya usia adalah refleksi dari sekumpulan pengalaman yang terhimpun dari kisah perjalanan dan pada akhirnya menerbitkan kebijaksanaan sejati dan dedikasi yang tinggi.

Usia 54 tahun bukanlah usia sembarangan. Karena dari deretan angka-angka itu akan muncul kebijaksanaan dan dedikasi dari sang pemilik usia. Nah, pada 6 November 2011, Bank Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau ternama dengan sebutan Bank Sumsel Babel tengah menapaki usia 54 tahun.

Ibarat manusia, pada usia tersebut tentu sudah terefleksi guratan kebijakan pada wajahnya dan dedikasi tinggi pada tingkah lakunya. Demikian juga yang terlihat pada bank kebanggaan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung itu. Memasuki usia yang tergolong periode emas, bank yang berdiri tahun 1957 itu membuktikan bahwa segala pencapaian yang telah mereka raih tidak pernah lepas dari kerja keras, dedikasi serta loyalitas tinggi.

Bank Sumsel Babel hingga saat ini telah meraih sederet penghargaan-penghargaan prestisius yang membuktikan bahwa kerja keras manajemen memang terbukti membuahkan hasil gemilang. Bahkan bank tersebut pernah mendapatkan Sertifikat ISO 9001 versi 2008 dari TUV NORD, sebuah lembaga Jerman yang menjadikan Bank Sumsel Babel sebagai BPD pertama yang meraihnya (lihat tabel).

Meski begitu, jajaran penghargaan dari pihak luar tidak membuat manajemen Bank Sumsel Babel mabuk kepayang. Perbaikan dan rencana peningkatan kinerja ke depan tetap disiapkan. Salah satu yang terus diupayakan adalah selalu fokus pada peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangun kompetensi individu dan organisasi. Hal itu dilakukan guna menunjang bank dalam mengembangkan kemampuan bisnis dan pelayanan yang lebih baik.

Maka tidaklah mengherankan jika berbagai program pelatihan dan pengembangan karier tak pernah sepi dan selalu menghiasi operasional dan rencana kerja Bank Sumsel Babel. Sejalan dengan tujuan peningkatan SDM dan seiring ekspansi yang sangat cepat di bisnis penyaluran kredit, bank juga secara aktif merekrut kader-kader berbakat untuk mengisisi posisi analis, yuris dan relationship officer (RO).

Menurut Asfan Fikri Sanaf, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, strategi pada SDM itu dikarenakan pihaknya menyadari kemampuan merekrut dan mempertahankan karyawan berpotensi merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis bank. Selain itu, Bank Sumsel Babel juga melakukan penerapan secara konsekuen prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang baik.  “Dewan Komisaris, Direksi serta pegawai juga memelihara dan menumbuhkembangkan budaya perusahaan termasuk budaya kerja dan budaya risiko sesuai Pedoman Perilaku (Code of Conduct) Perusahaan, dan senantiasa bertindak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan,” kata Asfan.

Seluruh strategi yang disusun dan dilaksanakan itu tentu tidak terlepas dari visi untuk “Menjadi Bank Sehat yang tumbuh secara berkesinambungan dengan mengutamakan kepuasan nasabah.” Visi itu tampaknya masih on the track jika melihat kinerja keuangan bank yang resmi berganti nama dari sebelumnya Bank Sumsel menjadi Bank Sumsel Babel itu pada 2009. Perubahan itu berlandaskan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI via Keputusan Menteri KumHAM No AHU-56914 AH.01.02 tahun 2009 tentang akta perubahan anggaran dasar perseroan. Ditambah lagi dengan surat keputusan Gubernur Bank Indonesia No 11/65/KEP.GBI/2009 tentang perubahan izin usaha. BI selanjutnya menerbitkan izin usaha atas perubahan nama Bank Sumsel dengan Surat Bank Indonesia No 12/3/DPIP/Prz/Pg. Sejak itu nama Bank Sumsel Babel resmi digunakan.

Perkembangan kinerja Bank Sumsel Babel hingga triwulan ketiga 2011 ini mengalami peningkatan dari triwulan ketiga tahun sebelumnya. Untuk beberapa indikator keuangan seperti aset, DPK dan kredit telah melampaui target yang telah ditetapkan. Sampai dengan September 2011, aset Bank Sumsel Babel mencapai Rp13,9 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp 11,9 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp 8,3 triliun.

Dalam hal penyaluran kredit, Bank Sumsel Babel tetap memperhatikan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) dan menjaga rasio permodalan (capital adequacy ratio/ CAR) di level yang aman. “Sampai dengan September 2011, NPL Bank Sumsel Babel sebesar 1,65 persen dari target yang ditetapkan sebesar 1,97 persen” jelas Asfan sang Dirut.

Menjadi Champion

Namun demikian, Asfan sadar bahwa pencapaian tersebut tidak boleh membuat seluruh jajarannya berpuas diri. Apalagi jika melihat adanya program BPD Regional Champion yang telah diluncurkan BI beserta Asosiasi BPD seluruh Indonesia atau Asbanda di mana Bank Sumsel Babel menjadi salah satu anggotanya.

Inisiasi yang diluncurkan akhir tahun 2010 lalu itu terbagi dalam 3 pilar. Pertama, ketahanan kelembagaan yang kuat. Dalam pilar itu berisi, komitmen meningkatkan permodalan, meningkatkan efisiensi guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai sehingga dapat memberikan kredit dengan suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat. Pilar kedua, BPD sebagai agent of regional development. Upaya yang harus dilakukan adalah memperbesar porsi kredit pada sektor-sektor produktif serta meningkatkan fungsi intermediasi khususnya pada UMKM melalui kerjasama dengan BPR baik melalui linkage program maupun menjadi APEX bank.

Pilar ketiga, meningkatkan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat. Poin itu berisi program standarisasi dan peningkatan kualitas SDM dan perluasan jaringan kantor untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif dengan meningkatkan akses seluas luasnya kemasyarakat setempat melalui pencipataan produk dan jasa yang semakin variatif dan unggul. “Oleh karena itu target jangka panjang yang telah kita siapkan adalah dapat memenuhi semua kriteria dalam BPD Regional Champion,” ujar Asfan.

Menurut dia, target itu sangatlah penting terutama bagi Bank Sumsel Babel karena BPD bukan hanya sebagai bank yang turut serta dalam membangun daerahnya namun juga harus sebagai pemenang di daerahnya sendiri. Selain itu, tujuan dari BPD Regional Champion ini adalah menjadi bank terkemuka di daerah melalui produk dan layanan kompetitif dengan jaringan luas yang dikelola secara profesional dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Untuk mencapai goal tersebut tentu bukanlah persoalan mudah. Kendati demikian, jajaran direksi, komisaris, beserta seluruh pegawai tetap optimis cita-cita tersebut akan tercapai dengan menyiapkan sederat langkah dan strategi. Tak kurang dari 12 rencana strategis yang disiapkan oleh manajemen. Pertama, merencanakan penambahan jaringan kantor dan ATM di seluruh Sumsel dan Babel. Kedua, melakukan kerja sama dengan instansi-instansi tertentu dalam pengelolaan keuangan. Ketiga, menjaga hubungan baik dan melakukan pendekatan kepada pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumsel dan Babel, serta Dewan Perwakilan Rakyat selaku mitra Pemerintah.

Keempat hingga keenam bertururt-turut adalah mengoptimalkan fungsi Dealing Room, meningkatkan kualitas SDM melalui sosialisasi Budaya Kerja Bank Sumsel Babel dan mengikutsertakan para pegawai pada seminar dan pelatihan, serta mencari peluang-peluang bisnis dalam menyalurkan kredit baru yang aman. Strategi ketujuh, meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dalam rangka penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan jumlah nasabah dengan tetap menjalankan Program Gerakan Sejuta Nasabah (GENTANAS) guna meningkatkan fee based income.

Kedelapan mempromosikan produk dan jasa perbankan di lingkungan masyarakat dengan cara menyebarkan brosur, leaflet, spanduk serta melalui media cetak dan elektronik, dan melakukan edukasi perbankan kepada masyarakat luas. Kesembilan, mengoptimalkan fungsi business inteligent Kesepuluh, meningkatkan kualitas pelayanan secara optimal dengan aplikasi teknologi informasi yang berorientasi pada sistem online dan terus melakukan pengembangan dan inovasi produk. Serta menjalankan dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan standar ISO 9001 : 2008. Kesebelas, melakukan evaluasi strategi usaha yang dilakukan secara berkala untuk menilai perbandingan target dengan realisasi.

Last but not least, meningkatkan Layanan Cerah Bank Sumsel Babel. Layanan Cerah (cepat dan ramah) merupakan budaya melayani dengan standar pelayanan tertentu yang dapat menjadi pencitraan positif, ciri khas serta keunggulan Bank Sumsel Babel. Layanan Cerah ini dimaksudkan agar pelayanan yang dilakukan segenap karyawan bisa melebihi dari harapan nasabah terhadap layanan yang diberikan. “Kesemua itu merupakan komitmen Bank Sumsel Babel untuk memberikan yang terbaik bagi nasabahnya,” kata Asfan.

Akan tetapi, sangat disadari oleh Asfan yang sudah memimpin Bank Sumsel Babel selama tiga periode, bahwa cita-cita itu tidak akan berhasil tanpa sinergi dengan pemegang saham. Oleh karena itu dia meminta sinergi yang sudah dilakukan selama ini tetap dipertahankan dan ke depan sinergi itu ditingkatkan lagi. Sinergi yang dilakukan bersama pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Sumsel dan Babel dalam meningkatkan peluang bisnis adalah dengan memperkuat permodalan. Dengan penguatan modal maka nantinya dividen yang diterima oleh pemegang saham akan semakin besar dan berujung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). “Penanaman modal ini diperlukan agar bank dapat menambah ekspansi usaha termasuk ekspansi penyaluran pinjaman,” ujar Asfan.

Selama ini Bank Sumsel Babel memiliki peran penting bagi Pemda antara lain sebagai pengelola kas daerah, penyumbang PAD terbesar di Sumsel Babel dan juga penyalur kredit bagi pegawai negeri dilingkungan pemerintahan. SP/Adv

Berita lain di rubrik ini

Ada 4 komentar untuk artikel ini

Daysia
Kamis, 16 Pebruari 2012 | 12:42:27
You're the greasett! JMHO
Jhett
Kamis, 16 Pebruari 2012 | 13:19:28
What a neat article. I had no iknnlig.
sivafon
Sabtu, 18 Pebruari 2012 | 11:06:44
I gnneiuely enjoy studying on this web site, it has good blog posts. Don't put too fine a point to your wit for fear it should get blunted. by Miguel de Cervantes.
Amore
Sabtu, 18 Pebruari 2012 | 12:46:25
thanks, Assalamu'alaikum Wr.Wb.Mudah-mudahan Allah SWt, masih mbaierekmn kesempatan waktu, umur sehingga terus menerus memperbanyak tulisan-tulisan artikel demi kemajuan islam. Amiin.

Berikan komentar

Nama
Alamat email
Komentar
 
Kirim
Reset
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Dalam situasi pemilihan umum, seperti di Indonesia sekarang ini, wajar saja bila ada negara dan perusahaan yang menunda kerjasama diplomatik atau kerjasama bidang ekonomi, ... selengkapnya »
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga nirlaba yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia. Kelahiranny... selengkapnya »
Memang tidak ada yang pasti di atas bumi ini. Apalagi di Indonesia. Terutama soal kebijakan. Belum satu bulan, pemerintah telah memastikan akan mengubah sejumlah asumsi mak... selengkapnya »

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player