• Sabtu, 20 September 2014 | 08:52:26
  • Lastupdate: 2014-09-19 21:48:00
Stabilitas

Bank BJB Incar Pertumbuhan Kredit Pensiunan 233%

Oleh: Romualdus San Udika» Selasa, 19 Maret 2013 | 15:49:54
Dibaca: 1 Komentar: 0

 

Jakarta - PT Bank Jawa Barat Banten (BJB) meningkatkan ekspansi pembiayaan ke segemen nasabah pensiunan dengan melakukan perpanjangan perjanjian kerjasama dengan PT Taspen (Persero). Melalui kerjasama ini diharapkan pertumbuhan kredit purna bakti (KPB) untuk pensiunan sepanjang 2013 meningkat hingga 233% menjadi Rp2 triliun, dari nilai KPB 2012 yang sebesar Rp600 miliar.

"Melalui kerjasama dengan PT Taspen, Bank BJB memiliki potensi dalam penyaluran kredit kepada para pensiunan," tutur Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro di kantor PT Taspen, Jakarta, Selasa (19/3).

Bien menjelaskan, dalam kerjasama tersebut, Bank BJB berperan sebagai salah satu bank mitra bayar yang menyalurkan pembayaran uang pensiunan kelolaan PT Taspen. Pembayaran uang pensiunan melalui tabungan khusus pensiunan secara online di seluruh kantor cabang. Jumlah pensiunan yang dibayarkan sebanyak 34.540 orang pensiunan. "Kami targetkan 80% dari para pensiunan ini akan dapat menjadi nasabah KPB. Dengan demikian dapat mendongkrak penyaluran kredit pensiunan kami," kata dia.

Menurut Bien, gencarnya ekspansi penyaluran kredit pensiunan ini karena rendahnya risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dari kredit tersebut. NPL kredit purna bakti di bank BJB hanya 0,01%, sementara secara industri 0,13%. "NPL kredit pensiunan ini sangat rendah, sementara ruangnya masih besar. Sehingga perseroan tingkatkan kredit pensiunan ini," tuturnya.

KPB yang diluncurkan sejak semester akhir tahun lalu itu ditujukan pada nasabah pensiunan berusia maksimum 70 tahun. Platfon kreditnya mencapai Rp150 juta. Pemimpin Divisi Kredit Konsumer bank BJB, Suartini menambahkan bunga kredit purnabakti ini terbilang kompetitif. Alasannya, perseroan telah menurunkan bunga KPB 2%-3%. Saat ini bunga KPB berada di level 14%-17%. "Kami baru turunkan bunga kredit bagi pensiunan ini maksimum 3%. Karena kami bidik pegawai negeri golongan 1 dan 2," tandasnya.

Ditemui terpisah, sekretaris perusahaan PT Taspen Sudiyatmoko Sentot Sudiro mengatakan bahwa perpanjangan kerjasama dengan BJB ini dapat meningkatkan fasilitas kepada nasabah PT Taspen. Khususnya adalah nasabah yang berada di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. "Sebelumnya kami (PT Taspen telah bermitra dengan BRI, PT Pos dan Bank Mandiri. Kami juga perlu dengan BJB untuk membantu pensiunan dareha yang sebetulnya memerlukan," tuturnya.

Berita lain di rubrik ini

Ada 0 komentar untuk artikel ini

Berikan komentar

Nama
Alamat email
Komentar
 
Kirim
Reset
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Dalam situasi pemilihan umum, seperti di Indonesia sekarang ini, wajar saja bila ada negara dan perusahaan yang menunda kerjasama diplomatik atau kerjasama bidang ekonomi, ... selengkapnya »
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga nirlaba yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia. Kelahiranny... selengkapnya »
Memang tidak ada yang pasti di atas bumi ini. Apalagi di Indonesia. Terutama soal kebijakan. Belum satu bulan, pemerintah telah memastikan akan mengubah sejumlah asumsi mak... selengkapnya »

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player